AKHLAK
Siang berganti malam malam berganti siang.
Nun disanalah perputaran roda zaman, tampaklah kebaikan dan keburukan silih berganti. Ada bal ada buruk, ada benar ada salah, ada kebajikan ada kemungkaran, ada kebaikan ada pula kema’ksiatan.
Demikianlah keadaan didunia ini sejak dulu hingga sekarang.
Kalau kita lihat sejarah kehidupan manusia dari masa-kemas, membuktkan bahwasanya :
Dalam gelanggang pergaulan hidup manusia Diana pada hari ini, soal akhlak atau budi pekerti adalah soal yang selalu aktual selalu hangat sepanjang masa, bahkan menjadi buah renungan bagi para ahli, para cendekiawan juga para ‘Ulama, justeru karena soal akhlak ini benar-benar memegang peranan yang penting dalam sengala segi-segi hidup dan kehidupan manusia lahir maupun batin.
Tidak dulu tidak sekarang, manakala nilai ketinggian akhlak sudah mulai runtuh, yang berarti budi pekerti sudah mulai merosot, sedangkan tidak ada usaha untuk memperbaikinya, disitulah keadaan pribadi seseorang mulai runtuh, tidak mampu menghadapi tantangan nafsu yang tak terkendalikan.
Akhirnya imannya menjadi luntur, jiwanya menjadi lemah mudah menjalankan hal-hal yang tidak baik yang melanggar norma-norma kesusilaan, kesopanan maupun keagamaan, terjerumus ke dalam lembah kemungkaran dan kesesatan, baik dalam keadaan sadar maupun tidak sadar.
Padahal kemungkaran dan kema’ksiatan itu menjadi simbolnya keonaran kehobohan dan kerusuhan, sebagai mana yang dinyatakan oleh sabda Nabi s.a.w
اذاظهرتﺍﻟﻔﺎﺣﺸﺔﮐﺎنتﺍﻟﺮﺟﻔﺔ (ﺍﻟﺪ ﯾﻟﱊعنﺍبنﻋﻤﺮ)
Yang artinya : Bila sudah muncul kemaksiatan disiulah akan timbul kehebohan(kegonjangan). (Dailamy).
Terbukti dari dulu sampai sekarang, tak berhenti-hentinya masyarakat sering dirisaukan hama dari penykit “krisis akhlak” yang sering muncul di kalangan umat manusia, begitu hebatnya hingga sering membawa akibat terjadinya perkosaan terhadap diri sendiri, hak milik, kehormatan maupun perikemanusiaan, dan terjadinyapelanggaran-pelanggaran yang beraneka warna.
Disitulah kehebohan dan keonaran menjadi merajalela. Namun apa akan dikata, kalau manusia itu sendiri membiarkan dirinya berlarut-larut tenggelam dalam nafsu tipu muslihat dunia, tidak lagi mengindahkan tentang perbaikan budi pekerti, justru karena memperbaiki budi pekerti itu memang tidak mudah.
Padahal sudah jelas bahwa ketinggian akhlak itu menunjukan ketinggian pribadiseseorng, sebaliknya kemerosotan akhlak menunjukan kemerosotan diri sendiri, hingga menunjukan manusia hal ihwalnya srring tidak seperti hal ihwal manusia lagi.
Itulah sebebnya seorang penyair berkata :
انمااﻻممﺍﻻخلاقﻣابقيتوانﳘﻮذهبتاخلاقهمذهبوا
Yang artinya : Sebenarnya satu umat ain tetap jaya dan terhormat selama masih meiliki akhlak budi pekerti yang luhur.
Dan apabila mereka telah kehilangan budi pekerti yang luhur, maka akan hilang pulalah kejayaan dan kehormatan itu.
Sebenarnya akhlak dan budi pekerti yang luhur itu menjadi hiasan bagi diri pribadi manusia suci, para Nabi, para Rosul, para Shalihin, yakni orang-orang yang Soleh, demikian juga menjadi hiasan bagi sekalian orang-orang jiwa luhur dan suci.
Nabi Muhammad s.a.w sendiri pernah bersabda :
بعثتﻻتممﻣﻜﺎﺭﻡﺍﻻخلاق(رواەأحمد)
Yang artinya : aku diutus untuk menyempurnakan akhlak budi pekerti yang mulia (Ahmad).
Yakni beliau sebagai manusia suci, Nabi pesuruh alloh diutus oleh Tuhan memberi bimbingan serta petunjuk – petunjuk menuju kearah sempurnanya akhlak yang mulia yang sudah barang tentu akan membawa pula kepada kemuliaan bagi hidup manusia di dunia ini.
Beliau memberi contoh tentang budi yang luhur itu dalam pergaulannya dengan masyarakat dengan perbuatan – perbuatan yang nyata, yakni tidak hanya sekedar teori belaka tetapi di praktekan betul – betul dalam hubungannya dengan masyarakat dalam kehidupan sehari – hari, sehingga menjadi contoh tauladan yang utama.
Menurut hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Anas :
كانﺭﺳﻮﻝﺍﻟﻠﻪﺻﱃعليهﻮسلمﺍحسنﺍلناسﺧﻠﻘﺎ.(مثفقﻋﻠﻴﻪ)
Yang artinya : ,,Adalah Rosululloh s.a.w itu sebaik-baik manusia akhlaknya (Bukhari-Muslim).
Jadi Nabi kita Muhammad s.a.w. sendiri tergolong manusia susila yang bermoral, yang tindak tantuknya patut dijadikan cermin tauladan yang utama bagi sekalian umat manusia.